Perusahaan manufaktur harus lebih cerdas dalam pemilihan palet yang disesuaikan dengan kebutuhan. Palet berbahan kayu merepresentasikan sebuah gabungan antara berat, kokoh durabilitas, densitas dan harga yang pas.
Desain palet kayu pun cukup bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan. Block palet, double face palet, double wing palet, flush palet, four way stringer palet, non reversible palet, two way entry palet, merupakan jenis-jenis palet kayu yang tentunya masih banyak lagi lainnya.
Palet kayu lebih banyak digunakan perusahaan manufaktur untuk kebutuhan internal atau pergudangan. Jika memiliki armada transportasi angkut yang memadai dan mandiri, palet kayu biasanya digunakan untuk pengiriman lokal hingga antarpulau.
Palet kayu sejatinya memiliki kegunaan yang sama dengan palet berbahan plastik dan plywood. Palet kayu digunakan sebagai media untuk mempermudah transit pengapalan ekspor barang. Namun, palet kayu memiliki keunikan pada corak permukaannya yang menjadi daya tarik.
Meski banyak dan mudah didapat, perusahaan manufaktur, logistik atau ekspedisi tidak disarankan menggunakan palet kayu bekas. Tentunya, kekuatan palet bekas tidak setangguh produk baru.
Belakangan, para pengrajin kayu atau penghobi lain ramai mencari palet berbahan kayu. Palet kayu kini dapat dijumpai sebagai dekorasi, meja, kursi, sofa, stand lampu, dan masih banyak lagi. Ketika dilihat sekilas, palet kayu terlihat kurang menarik dan murah.
Namun, orang-orang kemudian menilai hal tersebut sebagai daya tarik. Palet kayu memiliki purnapakai yang istimewa. Palet kayu seperti lego bagi orang dewasa yang bisa disatukan dan dibangun ulang menjadi barang baru. Artinya, ada pemasukan lain, meski kecil, bagi perusahaan dalam memperlakukan palet-palet kayu yang sudah usang.




